Rabu, 16 Mei 2018

PUASA RAMADHAN 1439 HIJRIYAH DI NEGERI SAKURA


PUASA RAMADHAN DI NEGERI SAKURA
Oleh :
Tun Ahmad Gazali,SH.,M.Eng.,Ph.D.*)

Selamat pagi. Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Tun Ahmad Gazali dan saat ini sedang berada di kota Ube Prefecture Yamaguchi, Jepang untuk melaksanakan program Post-doct saya seselesai Studi S3 saya di Yamaguchi University, Japan pada Maret 2018 lalu..
Marhaban Ya Ramadhan, Alhamdulillah tahun ini kita masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang sangat mulia dan pagi ini  (Kamis 17 Mei 2018) kami umat  muslim di Jepang sudah mulai melaksanakan puasa Ramadhan 1439 H sejak saat imsak 03.27 dini hari tadi ( atau jam 01.27 WIB ) dan kami akan berpuasa  rata-rata selama 14 jam 21 menit an di Ramadan yang telah memasuki akhir musim semi tahun ini. Contohnya kami akan berbuka hari ini jam 19.18 (atau jam 17.18 wib) dalam suasana akhir musim semi yang mulai panas suhunya. Hari ini suhu tertinggi 25 derajat. Tapi sudah terasa kayak 35 an derajat. Walaupun memiliki jam puasa yang lebih panjang namun itu tidak menghalangi para Muslim di Jepang untuk menjalankan ibadah Ramadhan ini dengan baik, justru karena itu lah ibadah ini menjadi semakin melatih kesabaran dan semoga amal kita semua kaum muslim yang beribadah Ramadhan tahun inimendapat barokah Allah SWT.
Di negara dimana agama Islam merupakan minoritas ini, suasana Ramadhan sangat tidak terasa perbedaan nya dengan kehidupan suasana sehari-hari. Jam kerja (karena kebetulan saya sedang internship) juga tidak diperpendek disini seperti teman-teman di Indonesia.Setiap hari saya saya tetap aktif di Lab/tempat magang jam 09.00-17.00.
Bagi kami yang  sama-sama perantauan jauh dari tanah air, saat Ramadhan ini adalah salah satu saat-saat yang membahagiakan sekaligus menyedihkan. Bahagia karena  tahun ini masih di beri kesempatan menikmati Ramadhan di Jepang dan juga sedih karena tidak bisa menjalankannya bersama keluarga besar di kampung halaman kami di Indonesia. Untuk itu,guna menghibur dan sedikit mengobati rasa kangen suasana Ramadhan di kampung halaman Indonesia, kami para mahasiswa asing dan Jepang muslim serta beberapa kawan yang sedang magang di Kota Ube Jepang sini, mengobatinya dengan tarawih bersama di Aula Kokusai Koryo Kaikan ( International house ) Yamaguchi University Japan atau di Rumah Kayu (kami menyebut Gedung Kegiatan Mahasiwa sebagai rumah kayu karena aula dan gedungnya terbuat dari kayu bulat) mulai malam tadi. Kebetulan memang masjid masih jarang disini. Khususnya di kota Ube, kami masih hanya mempunyai sebuah musholla kecil berukuran 3x3 m persegi disamping  Gedung Olahraga kampus kami, Yamaguchi University. Tarawih mulai jam 21.00 an waktu Jepang sini. Dan sore ini nanti, ada kabar bahwa akan ada buka puasa bareng dilanjutkan maghrib, isya dan tarawaih bersama yang diinisiasi teman dari Komunitas Malaysia. Karena kami umumnya adalah “bujang lokal” maka agar tidak merepotkan untuk memasak, biasanya kami buka puasa dengan system “potluck” yaitu kita datang dengan makanan minuman siap saji sendiri-sendiri lalu dimakan bersama, atau ada juga yang memberi uang \ 400 bila tak sempat memasak atau membawa makanan minuman.
Oh ya, karena kami adalah minoritas disini, maka saat ibadah puasa ini tak jarang kami juga ditanya dengan pertanyaan yang sebenarnya wajar-wajar saja dilontarkan oleh kaum pemeluk agama mayoritas non muslim di Jepang sini. Seperti : Untuk apa sih Puasa? siang-siang kok gak boleh makan, Agama yang aneh. Wah saya bias mati bila puasa. Wah uangmu akan banyak  ya karena tidak perlu beli bento (makan siang) dan sarapan. Serta berbagai pertanyaan lucu dan aneh lainnya. Tapi (ini yang membuat saya acung jempol) mereka tetap menghormati kita kaum muslim yang sedang beribadah. Bahkan mereka yang sering mengingatkan kita saat waktu sholat maupun waktu istirahat.
Cerita puasa tahun sebelumnya dan berbagi tulisan cerita jepang, silahkan membaca lebih banyak di website saya di : http://tunahmadgazalishmeng.blogspot.jp
Selamat menjalankan Ibadah Puasa. Salam kangen penuh sukses dari Tun Ahmad Gazali sekeluarga di Ube city Japan. (CTun)

*) Penulis adalah Staf Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sedang melaksanakan Post-Doctoral Program dalam kaitan Tugas Belajar S3 di Yamaguchi University, Ube city Jepang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar