Minggu, 16 September 2018

Please visit my blog

<script type="text/javascript">
  ( function() {
    if (window.CHITIKA === undefined) { window.CHITIKA = { 'units' : [] }; };
    var unit = {"calltype":"async[2]","publisher":"caktun","width":550,"height":250,"sid":"Chitika Default"};
    var placement_id = window.CHITIKA.units.length;
    window.CHITIKA.units.push(unit);
    document.write('<div id="chitikaAdBlock-' + placement_id + '"></div>');
}());
</script>
<script type="text/javascript" src="//cdn.chitika.net/getads.js" async></script>

Kamis, 17 Mei 2018

Pengalaman asyik, Jumatan ku hari ini


Jumatan di Kampus Yoshida saat sedang melakukan “Internship” di Hofu city
Oleh: Tun Ahmad Gazali, SH.,M.Eng.,Ph.D.

Halo. Selamat siang semua. Tak terasa sudah hampir 10 harian aku melaksanakan internship di kota Hofu yang berjarak 49 km dari apartemenku di kota Ube. Kebetulan hari ini adalah hari Jumat, maka saya akan bercerita tentang jumatanku di Jepang saat sedang internship..
Jujur sebelumnya saya sempat khawatir yaitu tentang dimana saya akan sholat Jumat?. Aku sempat berpikir mungkin bisa jumatan terdekat di kampusku yang di Yoshida di kota Yamaguchi. Tapi jaraknya 13 km an dari tempatku magang dan apakah diijinkan ya?. Apakah cukup waktunya pulang pergi menggunakan jam istrirahat siang ya?. Kebetulan saat ini sedang Ramadhan, jadi waktu istirahat siang , waktu makanku bisa kupergunakan ke Yoshida. Kegundahanku terjawab saat aku melihat Cak Mochamad Cholis , teman dosen Unibraw yang sedang studi S3 disini tampak on FB nya. Langsung saja saya sapa dengan pertanyaan bertubi-tubiku dimana parkir mobil yang dekat International House Kampus kita (Kaikan) karena saya pengen jumatan disana. Karena waktu makin mepet menjelang jam 12.00, walaupun penjelasan dari Cak Cholis belum lengkap, aku nekat ijin supervisor magang untuk diijinkan keluar kantor sekitar 1 jam untuk sholat jumat di kampusku di Yoshida kampus yang berjarak 13 km an dari tempatku magang. Beliau menanyakan kepadaku apakah saya tahu jalur kesana?. Aku jawab bahwa aku akan kesana dengan mengingat -ingat jalur yang minggu lalu kita lalui saat analiisa lalu-lintas di belakang kampus Yoshida. Saat itu aku sempat melihat Kaikan tak jauh dari tempatku melakukan analisa. Horeeee diijinkan. Maka langsung aku memacu mobil mungilku, Si Daihatsu Mira, menyusuri jalur 262, lalu belok kiri setelah 2 kali lampu merah kearah jalur 21. Dari sana menyusuri jalan kecil tapi kondisi jalannya kayak jalan tol menuju jalur 194. Dari perempatan di samping sungai besar, aku belok kiri menuju sisi belakang kampus Yoshida dimana Kaikan berada. Melalui gerbang samping Kampus Yoshida maka aku tiba di Kaikan hanya 18 menit. Bila di Surabaya jarak tempuhku tadi adalah setara dengan dari Perumnas Manukan ke Kantor Gubernur Jalan pahlawan Surabaya, yang biasanya kutempuh dalam 50 menit !!. Dan yang penting lagi, ternyata ingatanku masih kuat untuk mengingat jalur perjalanan dari tempatku magang ke belakang kampus.
Alhamdulillah saat masuk di Aula Kaikan, Khotib yang sepertinya rekan mahasiswa dari Timur Tengah (atau Bangladesh ya, saya lupa) sedang mengakhiri khutbah pertama dan masuk khutbah kedua. Khutbah disampaikan dengan membaca sebuah buku dalam Bahasa Arab. Ada sekitar 17 orang yang hadir pada Sholat Jumat tadi. Alhamdulillah aku bisa Jumatan Bersama teman-teman mahasiswa Kampuslu tercinta. (serasa jadi mahasiswa lagi…hehehehehehe). Berarti sudah tenang hatiku, karena sudah menemukan tempat Jumatan selama magangku ini sampai tanggal 6 Juli 2018 nanti.
Dari jumatan seperti ini, paling tidak kita akan bisa :bertemu dan bersilaturahmi dengan sesama muslim dari berbagai negara (kebetulan jika yang di kampus Yoshida ini banyak teman dari Bangladesh, sedangkan jika yang di kampus Tokiwa banyak teman dari Malaysia. Indonesia minoritas….huhuhuhuhuhu).
Demikian berbagi cerita pengalaman tentang jumatan ku di Jepang hari ini. Silahkan membaca ceritaku lebih banyak di website ku di--> http://tunahmadgazalishmeng.blogspot.jp
Selamat menjalankan Ibadah Puasa. Salam kangen penuh sukses dari Tun Ahmad Gazali sekeluarga di Ube city Japan. Fotonya menyusul ya? Nanti sesampai apartemenku sore ini akan aku tambahkan dalam tulisan ini. 
(CTun) 
*) Penulis adalah Staf Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sedang melaksanakan Post-Doctoral Program dalam kaitan Tugas Belajar S3 di Yamaguchi University, Ube city Jepang.

Rabu, 16 Mei 2018

PUASA RAMADHAN 1439 HIJRIYAH DI NEGERI SAKURA


PUASA RAMADHAN DI NEGERI SAKURA
Oleh :
Tun Ahmad Gazali,SH.,M.Eng.,Ph.D.*)

Selamat pagi. Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Tun Ahmad Gazali dan saat ini sedang berada di kota Ube Prefecture Yamaguchi, Jepang untuk melaksanakan program Post-doct saya seselesai Studi S3 saya di Yamaguchi University, Japan pada Maret 2018 lalu..
Marhaban Ya Ramadhan, Alhamdulillah tahun ini kita masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang sangat mulia dan pagi ini  (Kamis 17 Mei 2018) kami umat  muslim di Jepang sudah mulai melaksanakan puasa Ramadhan 1439 H sejak saat imsak 03.27 dini hari tadi ( atau jam 01.27 WIB ) dan kami akan berpuasa  rata-rata selama 14 jam 21 menit an di Ramadan yang telah memasuki akhir musim semi tahun ini. Contohnya kami akan berbuka hari ini jam 19.18 (atau jam 17.18 wib) dalam suasana akhir musim semi yang mulai panas suhunya. Hari ini suhu tertinggi 25 derajat. Tapi sudah terasa kayak 35 an derajat. Walaupun memiliki jam puasa yang lebih panjang namun itu tidak menghalangi para Muslim di Jepang untuk menjalankan ibadah Ramadhan ini dengan baik, justru karena itu lah ibadah ini menjadi semakin melatih kesabaran dan semoga amal kita semua kaum muslim yang beribadah Ramadhan tahun inimendapat barokah Allah SWT.
Di negara dimana agama Islam merupakan minoritas ini, suasana Ramadhan sangat tidak terasa perbedaan nya dengan kehidupan suasana sehari-hari. Jam kerja (karena kebetulan saya sedang internship) juga tidak diperpendek disini seperti teman-teman di Indonesia.Setiap hari saya saya tetap aktif di Lab/tempat magang jam 09.00-17.00.
Bagi kami yang  sama-sama perantauan jauh dari tanah air, saat Ramadhan ini adalah salah satu saat-saat yang membahagiakan sekaligus menyedihkan. Bahagia karena  tahun ini masih di beri kesempatan menikmati Ramadhan di Jepang dan juga sedih karena tidak bisa menjalankannya bersama keluarga besar di kampung halaman kami di Indonesia. Untuk itu,guna menghibur dan sedikit mengobati rasa kangen suasana Ramadhan di kampung halaman Indonesia, kami para mahasiswa asing dan Jepang muslim serta beberapa kawan yang sedang magang di Kota Ube Jepang sini, mengobatinya dengan tarawih bersama di Aula Kokusai Koryo Kaikan ( International house ) Yamaguchi University Japan atau di Rumah Kayu (kami menyebut Gedung Kegiatan Mahasiwa sebagai rumah kayu karena aula dan gedungnya terbuat dari kayu bulat) mulai malam tadi. Kebetulan memang masjid masih jarang disini. Khususnya di kota Ube, kami masih hanya mempunyai sebuah musholla kecil berukuran 3x3 m persegi disamping  Gedung Olahraga kampus kami, Yamaguchi University. Tarawih mulai jam 21.00 an waktu Jepang sini. Dan sore ini nanti, ada kabar bahwa akan ada buka puasa bareng dilanjutkan maghrib, isya dan tarawaih bersama yang diinisiasi teman dari Komunitas Malaysia. Karena kami umumnya adalah “bujang lokal” maka agar tidak merepotkan untuk memasak, biasanya kami buka puasa dengan system “potluck” yaitu kita datang dengan makanan minuman siap saji sendiri-sendiri lalu dimakan bersama, atau ada juga yang memberi uang \ 400 bila tak sempat memasak atau membawa makanan minuman.
Oh ya, karena kami adalah minoritas disini, maka saat ibadah puasa ini tak jarang kami juga ditanya dengan pertanyaan yang sebenarnya wajar-wajar saja dilontarkan oleh kaum pemeluk agama mayoritas non muslim di Jepang sini. Seperti : Untuk apa sih Puasa? siang-siang kok gak boleh makan, Agama yang aneh. Wah saya bias mati bila puasa. Wah uangmu akan banyak  ya karena tidak perlu beli bento (makan siang) dan sarapan. Serta berbagai pertanyaan lucu dan aneh lainnya. Tapi (ini yang membuat saya acung jempol) mereka tetap menghormati kita kaum muslim yang sedang beribadah. Bahkan mereka yang sering mengingatkan kita saat waktu sholat maupun waktu istirahat.
Cerita puasa tahun sebelumnya dan berbagi tulisan cerita jepang, silahkan membaca lebih banyak di website saya di : http://tunahmadgazalishmeng.blogspot.jp
Selamat menjalankan Ibadah Puasa. Salam kangen penuh sukses dari Tun Ahmad Gazali sekeluarga di Ube city Japan. (CTun)

*) Penulis adalah Staf Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sedang melaksanakan Post-Doctoral Program dalam kaitan Tugas Belajar S3 di Yamaguchi University, Ube city Jepang.

Kamis, 29 Juni 2017

TSUYU



Ube city-Japan; 30 Juni 2017
Halo semua…..apa kabar?...
Tak terasa hari-hari ini, sudah memasuki akhir bulan Juni. Biasanya, di hampir semua wilayah di Jepang sini, setiap mulai akhir bulan Juni sampai pertengahan Juli, sedang masuk masa "tsuyu", dimana kita akan menikmati suasana yang banyak turun hujan dan suhu udara turun sehingga kita akan merasa sedikit kembali terasa dingin.
Pada masa ini kita seperti akan merasakan ‘’ sedikit kurang nyaman / gerah’’, badan menjadi berkeringat, dan hehehehehe bau badan agak mulai ‘’ mengenalkan jati dirinya’’ sehingga membuat kita ingin sering-sering mengguyur badan untuk mandi dan menyegarkan badan. Hal ini karena sebagian besar wilayah Jepang yang beriklim laut, maka udara dan suhu disekitar kita saat ini menjadi sangat lembab. Meskipun suhu sekitar kita menunjukkan angka sudah sekitar 25an derajat Celcius, tetapi tetap saja ini belum bisa dibilang panas. Ditambah lagi hujan yang akan sering turun dan matahari akan sering tampak bermalas-malasan menampakkan dirinya, serta suasana mendung terus selama 2 mingguan masa ‘’tsuyu’’ ini. Oh ya, pada masa ‘’tsuyu’’ , biasanya cuaca tidak stabil. Sering kita kehujanan saat pagi hari berangkat ke kampus, sekolah atau tempat kerja, tetapi saat siang harinya kita tahu-tahu mendapatkan suasana yang terang benderang dan panas lalu sore atau malam harinya hujan kembali menerjang. Sehingga saat ini akan tampak banyak orang selalu bawa payung dan jas hujan untuk mengantisipasi hujan yang akan dapat datang setiap saat.
Oh ya, kami juga melihat hal lain dari masa ‘’tsuyu’’ ini, yaitu hujan yang sangat intens turun ini, ternyata sesuai dan mendukung para petani yang sedang menanam pertaniannya. Kemarin sore, kami menikmati suasana tanaman padi yang baru tumbuh dan tampak hijau disekitar tempat tinggal kami yang menyenangkan mata dan hati. Kami juga melihat sudah banyak orang yang memakai pakaian lengan pendek, kaos tipis dan celana pendek santai. Juga di hampir semua pertokoan, sudah mulai memajang baju-baju dan keperluan musim panas.
Setelah masa-masa ini, kita akan merasakan masa "tsuyuake". Pada masa ini, suhu udara akan mulai naik drastis dan ‘’ taraaaaaaa’’…mulailah kita memasuki musim panas yang sebenarnya.
Selamat pagi dan selamat memulai aktifitas penuh sukses, ya buat semuanya.....
Ganbatte..ayo semangat !!!!
Salam hangat kami dari UBE city, Japan.


Sabtu, 03 Juni 2017

28 Tahun Perjalananku

Mohon Maaf😌 jika sudah pernah melihat dan membacanya ya, gaiz.

( tampilan lain silahkan kilik link berikut :  https://www.facebook.com/Tun.Ahmad.Gazali/videos/10155206383507899/ )




Hari ini, 1 April 28 tahun lalu.....
Alhamdulillah....
Hari ini, tak terasa telah 28 tahun aku mengabdi sebagai Abdi Negara Republik Indonesia. Ku awali karirku dengan pangkat I/b ( juru muda tingkat I) hasil lolos Test Calon Pegawai Negeri dengan ijazah SMP ku saat itu dan modal Rp.1300,- untuk biaya kirim surat berkas lamaran Test CPNS melalui kilat khusus pos.

Tugas ku saat itu sebagai PNS pangkat rendahan adalah membuka kunci pintu ruangan Kepala Bappeda Prov. Jatim, menyiapkan ruangan/kopi/minuman/makanan dan membersihkan ruang Kepala Bappeda Jawa Timur, sampai akhirnya jabatan sebagai Ajudan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur diamanahkan padaku mulai tahun 1991 sampai 2003 . Selama masa itu aku mengajudani Pak Moehtadi, Pak Alex sampai Pak Sapari Ranuwidjaja saat beliau- beliau memimpin Bappeda Prov. Jatim. Dan 5 Gubernur yang telah memimpin Jawa Timur selama karirku, yaitu Gubernur Soelarso, Basofi Soedirman, Imam Oetomo, Setia Purwaka, sampai jamannya Pakde Karwo yang tandem bersama Gus Ipul saat ini
Akhir 2003, aku ditugaskan sebagai Ajudan Asisten IV Sekretariat Daerah Jawa Timur sampai Maret 2004 saat aku mengundurkan diri sebagai Ajudan guna melaksanakan Tugas Belajar S2 ( Master ) di Saga University, Japan sampai september2006.
Sepulang S2, menjadi staf biasa sampai aku mendapat amanah dipromosikan sebagai Eselon IV pada BPM Provinsi Jawa Timur.
Sambil menunggu kesempatan ada Profesor yang tertarik dengan research study plan ku, aku mengajar dibeberapa Universitas di Surabaya ( di antaranya kampus almamaterku yaitu Universitas Wijaya Putra Surabaya ) dan di INI Dalwa di kota Bangil-Pasuruan, disela waktu luangku di Sabtu dan Minggu. Kegiatan baru inipun mulai aku tekuni, mengabdikan segenap pikiran, kemampuan dan pengalamanku untuk berbagi ilmu dan spirit global dengan para mahasiswaku, kalangan civitas akademika dan masyarakat sekitar. Ternyata hal ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagiku. Ya, setidaknya apa yang telah ku pelajari di Jepang selama 2 tahun masa studi Masterku di Ecomaterial Science and Engineering, Graduate School of Science and Engineering – Saga University Japan, dan 10 bulan short course di Pemerintah Provinsi Saga di Jepang, bisa kuamalkan dan kubagikan.
Karena keinginanku yang lebih kuat untuk terus belajar lanjut S3, maka begitu ada tawaran sekolah S3 di Yamaguchi University, Japan; aku mengundurkan diri dari jabatanku karena keinginan untuk sekolah lebih kuat mendorong ku. Hingga saran dan arahan wawasan dari pak Hadi Prasetyo (yang saat itu beliau menjabat sebagai Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Jatim), makin mengukuhkan ingin ku bersekolah kembali.
Banyak alasan dan sebab mengapa niatku melanjutkan kuliah S3 ke luar negeri terus menggebu dan menggelora sepulang selesai S2 di tahun 2006 lalu. Alasan utamaku ingin kuliah di luar negeri adalah sederhana, selain untuk menimba ilmu dan lebih memperluas wawasan, aku ingin merasakan hidup di dunia yang sama sekali berbeda dengan negara di mana aku dibesarkan dan meningkatkan kualitas hidup dan pola pikirku dengan kualitas dunia --> silahkan baca selengkapnya di link berikut ini : tunahmadgazalishmeng.blogspot.jp/…/banyak-jalan-menuju-mera…
Semoga Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam, memberiku jalan mudah, ringan dan lancar saat aku nanti harus memutuskan meneruskan dan meraih masa depan bersama karierku itu atau Allah memberi jalan yang lain. Semoga.
Aku hanyalah wayang yang terselip didalam " Kotak Wayang"

Senin, 20 Februari 2017

AYO MENCOBA....HAI LULUSAN SMK !!!!

MAGANG KE JEPANG di jalur G to G

Moga menjadi info yang ditunggu dan berguna. silahkan..tanpa biaya lho
Silahkan cepat klik link dibawah ini :

https://www.youtube.com/watch?v=NCRv7E8s6-8&feature=player_embedded

http://www.bnp2tki.go.id/gtog_jepang/indeks

BANYAK JALAN MENIMBA ILMU DI JEPANG

BANYAK JALAN MENIMBA ILMU DI JEPANG

Bila selama ini masih banyak yang mengganggap sekolah di Jepang hanya mulai S1 saja?..mungkin informasi ini bisa lebih membuka wawasan dan peluang ..

Silahkan Sahabat semua membaca di link berikut :
http://www.kosen-k.go.jp/english/index.html


Salam hangat dari saya di Ube city-Japan



http://www.kosen-k.go.jp/english/index.html